Resume SPI Pembaharuan Pendidikan Islam
BAB IV
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM
Awal munculnya pembaharuan pendidikan Islam bertempat di wilayah Kerajaan Usmani. Latar belakang gerakan pembaharuan pendidikan juga dipengaruhi oleh kekalahan Usmani dalam peperangan dengan Eropa. Dalam sejarahnya, umat Islam menjalin kerjasama dengan barat untuk mengejar ketertinggalan Islam dalam kemajuan Barat. Sultan Ahmad III mengambil tindakan dengan mengirimkan duta duta ke Eropa untuk mengamati keunggulan barat, setelah itu menyampaikan hasil pengamatannya kepada Sultan. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa Eropa mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Oleh karena itu kerajaan Sultan Ahmad III memandang perlu mengadakan perubahan di Usmani termasuk dalam bidang pendidikan.
Menurut Ibnu Taimiyah, secara umum pembaharuan dalam Islam timbul karenA:
1. membudayakan khurafat di kalangan muslim
2. kejumudan dan ditutupnya pintu ijtihad dianggap telah membodohkan umat Islam
3. Terpecahnya persatuan umat Islam sehingga sulit maju dan membangun kembali
4. Adanya kontak antara barat dengan Islam telah menyadarkan kaum muslimin akan kemunduran
B. Faktor- faktor Pembaharuan Pendidikan Islam
1) Internal
Adapun beberapa faktor internal yang mendorong terjadinya pembaharuan:
a. faktor kebutuhan pragmatis umat yang memerlukan suatu sistem pendidikan yang betul-betul bisa dijadikan rujukan dalam rangka mencetak manusia-manusia muslim yang berkualitas, bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT
b. Agama sendiri melalui ayat suci Al-qur’an banyak menyuruh atau menganjurkan umat untuk selalu berpikir dan bermeta-forma: membaca dan menganalisis suatu untuk kemudian bisa menciptakan hal-hal baru dari apa yang dilihat
C. Aspek- aspek Pembaharuan Pendidikan Islam
Untuk menolak kejumudan berpikir maka ada beberapa aspek-aspek pembaharuan dalam pendidikan Islam:
1. Aqidah
Salah satu pelopor pembaharuan dalam dunia islam Arab yaitu aliran wahabiyah yang sangat berpengaruh di abad ke-19. Pelopornya adalah Muhammad Abdul Wahab (1703-1787 M) yang berasal dari nejed Saudi Arabian. Pemikiran yang dikemukakan oleh Muhammad Abdul Wahab adalah upaya memperbaiki kedudukan umat Islam dan merupakan reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat Islam pada saat itu.
2. Ilmu Pengetahuan
Syah waliyullah di New Delhi menyatakan bahwa diantara penyebab kelemahan dan kemunduran umat islam menurut pemikirannya adalah sebagai berikut:
a. Terjadinya perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem kerajaan
b. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolute
c. perpecahan dikalangan umat Islam yang disebabkan oleh berbagai pertentangan aliran dalam Islam
d. Adat istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke dalam keyakinan umat Islam
3. Kebudayaan
Selain dua hal yang di atas aspek ketiga dari pembaharuan Islam yaitu kebudayaan. Ketika dunia Islam sudah merambah ke berbagai penjuru dunia, maka pendidikan Islam mendapat persinggungan dari kebudayaan lain. Tradisi pembelajaran yang sudah berjalan di bayt Al- Hikmah beserta rihlah ilmiah, tradisi menulis, dan etika akademik mulai “disesuaikan” dengan standar kurikulum yang berlaku di perguruan tinggi di barat.
D. Metode Manajemen Pembaharuan Pendidikan Islam
1. metode pembaharuan pendidikan Islam
Metode pendidikan Islam terbagi menjadi dua menurut Muhammad Rikza Chamami yaitu:
a. Metode mengajar konvensional, yaitu metode mengajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut dengan metode tradisional, ceramah, diskusi dan sebagainya
b. Metode mengajar inkonvensional, yaitu teknik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum seperti mengajar dengan modul, pengajaran berprogram dan sebagainya
Kemudian untuk mengajar kitab-kitab klasik seorang Kyai menggunakan metode modern metode sebagai berikut:
a. wetonan atau bandungan. Metode pelajaran yang dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai. Kyai membacakan kitab yang dipelajari saat itu, santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan.
b. Sorogan. Merupakan metode pengajaran dengan cara santri menghadap guru seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajari
c. Hafalan. Pelajaran- pelajaran tertentu dengan materi-materi tertentu diwajibkan untuk dihafal
d. Selain itu dilaksanakan pula bentuk musyawarah yakni mendiskusikan pelajaran yang sudah dan yang akan dipelajari.
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM
Awal munculnya pembaharuan pendidikan Islam bertempat di wilayah Kerajaan Usmani. Latar belakang gerakan pembaharuan pendidikan juga dipengaruhi oleh kekalahan Usmani dalam peperangan dengan Eropa. Dalam sejarahnya, umat Islam menjalin kerjasama dengan barat untuk mengejar ketertinggalan Islam dalam kemajuan Barat. Sultan Ahmad III mengambil tindakan dengan mengirimkan duta duta ke Eropa untuk mengamati keunggulan barat, setelah itu menyampaikan hasil pengamatannya kepada Sultan. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa Eropa mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Oleh karena itu kerajaan Sultan Ahmad III memandang perlu mengadakan perubahan di Usmani termasuk dalam bidang pendidikan.
Menurut Ibnu Taimiyah, secara umum pembaharuan dalam Islam timbul karenA:
1. membudayakan khurafat di kalangan muslim
2. kejumudan dan ditutupnya pintu ijtihad dianggap telah membodohkan umat Islam
3. Terpecahnya persatuan umat Islam sehingga sulit maju dan membangun kembali
4. Adanya kontak antara barat dengan Islam telah menyadarkan kaum muslimin akan kemunduran
B. Faktor- faktor Pembaharuan Pendidikan Islam
1) Internal
Adapun beberapa faktor internal yang mendorong terjadinya pembaharuan:
a. faktor kebutuhan pragmatis umat yang memerlukan suatu sistem pendidikan yang betul-betul bisa dijadikan rujukan dalam rangka mencetak manusia-manusia muslim yang berkualitas, bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT
b. Agama sendiri melalui ayat suci Al-qur’an banyak menyuruh atau menganjurkan umat untuk selalu berpikir dan bermeta-forma: membaca dan menganalisis suatu untuk kemudian bisa menciptakan hal-hal baru dari apa yang dilihat
C. Aspek- aspek Pembaharuan Pendidikan Islam
Untuk menolak kejumudan berpikir maka ada beberapa aspek-aspek pembaharuan dalam pendidikan Islam:
1. Aqidah
Salah satu pelopor pembaharuan dalam dunia islam Arab yaitu aliran wahabiyah yang sangat berpengaruh di abad ke-19. Pelopornya adalah Muhammad Abdul Wahab (1703-1787 M) yang berasal dari nejed Saudi Arabian. Pemikiran yang dikemukakan oleh Muhammad Abdul Wahab adalah upaya memperbaiki kedudukan umat Islam dan merupakan reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat Islam pada saat itu.
2. Ilmu Pengetahuan
Syah waliyullah di New Delhi menyatakan bahwa diantara penyebab kelemahan dan kemunduran umat islam menurut pemikirannya adalah sebagai berikut:
a. Terjadinya perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem kerajaan
b. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolute
c. perpecahan dikalangan umat Islam yang disebabkan oleh berbagai pertentangan aliran dalam Islam
d. Adat istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke dalam keyakinan umat Islam
3. Kebudayaan
Selain dua hal yang di atas aspek ketiga dari pembaharuan Islam yaitu kebudayaan. Ketika dunia Islam sudah merambah ke berbagai penjuru dunia, maka pendidikan Islam mendapat persinggungan dari kebudayaan lain. Tradisi pembelajaran yang sudah berjalan di bayt Al- Hikmah beserta rihlah ilmiah, tradisi menulis, dan etika akademik mulai “disesuaikan” dengan standar kurikulum yang berlaku di perguruan tinggi di barat.
D. Metode Manajemen Pembaharuan Pendidikan Islam
1. metode pembaharuan pendidikan Islam
Metode pendidikan Islam terbagi menjadi dua menurut Muhammad Rikza Chamami yaitu:
a. Metode mengajar konvensional, yaitu metode mengajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut dengan metode tradisional, ceramah, diskusi dan sebagainya
b. Metode mengajar inkonvensional, yaitu teknik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum seperti mengajar dengan modul, pengajaran berprogram dan sebagainya
Kemudian untuk mengajar kitab-kitab klasik seorang Kyai menggunakan metode modern metode sebagai berikut:
a. wetonan atau bandungan. Metode pelajaran yang dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai. Kyai membacakan kitab yang dipelajari saat itu, santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan.
b. Sorogan. Merupakan metode pengajaran dengan cara santri menghadap guru seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajari
c. Hafalan. Pelajaran- pelajaran tertentu dengan materi-materi tertentu diwajibkan untuk dihafal
d. Selain itu dilaksanakan pula bentuk musyawarah yakni mendiskusikan pelajaran yang sudah dan yang akan dipelajari.
Komentar
Posting Komentar